HUT ke-81 TNI, Hamzah Gurnita Dorong Penguatan Ketahanan Daerah Sukabumi

- Admin

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Hamzah Gurnita mendorong penguatan ketahanan daerah Sukabumi melalui mitigasi bencana, infrastruktur tangguh, dan sinergi lintas sektor.

Hamzah Gurnita mendorong penguatan ketahanan daerah Sukabumi melalui mitigasi bencana, infrastruktur tangguh, dan sinergi lintas sektor.

KumpalanNEWS – Ancaman bencana, kerusakan lingkungan, gangguan infrastruktur hingga disrupsi teknologi menjadi perhatian Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, dalam memaknai peringatan HUT ke-81 TNI. Ia menilai, pesan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengenai ancaman hibrida dan dinamika lingkungan strategis perlu diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat ketahanan wilayah.

Menurut Hamzah, tantangan yang dihadapi daerah saat ini tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup kesiapan infrastruktur, penataan ruang, pengelolaan sumber daya air, perlindungan lingkungan, serta sistem komunikasi dalam menghadapi situasi darurat.

Ia menilai persoalan tersebut relevan dengan kondisi Kabupaten Sukabumi yang memiliki wilayah geografis luas dan beragam tantangan pembangunan maupun kebencanaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hamzah menegaskan bahwa ketahanan nasional perlu dibangun mulai dari tingkat daerah. Infrastruktur yang tidak memadai, tata ruang yang tidak terkendali, kerusakan lingkungan, hingga gangguan komunikasi dapat meningkatkan risiko dan berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong penguatan infrastruktur, penataan ruang yang tertib, pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, serta sistem komunikasi yang mampu mendukung pemerintah dan masyarakat ketika menghadapi keadaan darurat.

Mitigasi Bencana Harus Dimulai Sebelum Kejadian

Hamzah turut menyoroti kesiapsiagaan bencana sebagai salah satu persoalan penting yang perlu mendapat perhatian serius di Kabupaten Sukabumi, terutama menjelang dan selama musim hujan.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak boleh hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan infrastruktur, kejelasan jalur evakuasi, ketersediaan peralatan, kelancaran komunikasi, serta koordinasi antarlembaga sebelum situasi darurat muncul.

Ia juga menilai pembangunan jalan, jembatan, drainase, irigasi, dan infrastruktur pengelolaan air harus mempertimbangkan risiko bencana serta keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan tidak sekadar menghasilkan fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat daya tahan wilayah dalam menghadapi berbagai risiko.

Komisi II DPRD Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah menilai sejumlah sektor yang menjadi ruang lingkup komisinya memiliki keterkaitan langsung dengan ketahanan daerah.

Sektor tersebut meliputi perhubungan, komunikasi dan persandian, tata ruang, pekerjaan umum, sumber daya air, perumahan, kebersihan, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertambangan, energi, lingkungan hidup, pemadam kebakaran, serta kehutanan, khususnya hutan konservasi.

Menurutnya, berbagai sektor tersebut tidak dapat dikelola secara terpisah karena saling memengaruhi dalam mendukung keselamatan, mobilitas, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Hamzah menilai diperlukan koordinasi yang lebih terintegrasi antara pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, dan seluruh unsur masyarakat.

Ia berpandangan bahwa sinergi lintas sektor bukan sekadar slogan pembangunan, melainkan kebutuhan untuk menghadapi persoalan daerah yang semakin kompleks.

Disrupsi Teknologi dan Ancaman Informasi Perlu Diantisipasi

Selain bencana dan infrastruktur, Hamzah menyoroti perkembangan teknologi serta derasnya arus informasi yang turut memengaruhi ketahanan daerah.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pembangunan. Namun, pemerintah juga harus memperhatikan risiko penyebaran informasi yang tidak akurat serta memastikan sistem komunikasi publik berjalan secara cepat dan terpercaya.

Ia menilai literasi digital masyarakat dan kemampuan pemerintah beradaptasi terhadap perubahan teknologi menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan tersebut.

Dengan komunikasi yang efektif, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang tepat, khususnya ketika menghadapi keadaan darurat atau situasi yang membutuhkan respons cepat.

Momentum HUT ke-81 TNI untuk Memperkuat Sinergi

Hamzah turut menyoroti pesan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam peringatan HUT ke-81 TNI yang menekankan kompleksitas lingkungan strategis akibat dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, dan ancaman hibrida.

Dalam konteks tersebut, TNI didorong memperkuat budaya PRIMA, yakni profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.

Hamzah menilai nilai-nilai tersebut juga relevan diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sukabumi, terutama untuk memperkuat koordinasi serta meningkatkan kemampuan daerah menghadapi perubahan dan berbagai risiko.

Ia berpandangan bahwa semangat HUT ke-81 TNI yang mengusung tema TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur perlu diwujudkan melalui kerja sama nyata antara aparat, pemerintah, legislatif, dan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi dalam penanggulangan bencana, pembangunan infrastruktur, perlindungan lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan Kabupaten Sukabumi.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Dievaluasi Gubernur Jabar, DPRD Sukabumi Benahi Perubahan APBD 2026
BPJS Kesehatan Nonaktif? Budi Azhar Soroti Aturan Layanan Rumah Sakit bagi Warga
Dana Bagi Hasil Jabar Berkurang Rp7,4 Miliar, DPRD Sukabumi Dorong Realokasi Anggaran
KDM Janjikan Berobat Gratis bagi Peserta BPJS Nonaktif, DPRD Sukabumi Ungkap Kendala Ini
Perda Investasi dan Kemudahan Berusaha Sukabumi Disahkan, Ini Aturan Pentingnya
Perubahan SOTK Pemkab Sukabumi Dibahas DPRD, Ini Fokus Penataan Birokrasi
Perubahan SOTK Pemkab Sukabumi Dibahas, DPTR Diusulkan Naik dari Tipe C ke Tipe A
Anggaran TMMD Sukabumi Dinilai Belum Ideal, DPRD Dorong Peningkatan pada 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Usai Dievaluasi Gubernur Jabar, DPRD Sukabumi Benahi Perubahan APBD 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:25 WIB

BPJS Kesehatan Nonaktif? Budi Azhar Soroti Aturan Layanan Rumah Sakit bagi Warga

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Dana Bagi Hasil Jabar Berkurang Rp7,4 Miliar, DPRD Sukabumi Dorong Realokasi Anggaran

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37 WIB

KDM Janjikan Berobat Gratis bagi Peserta BPJS Nonaktif, DPRD Sukabumi Ungkap Kendala Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Perubahan SOTK Pemkab Sukabumi Dibahas DPRD, Ini Fokus Penataan Birokrasi

Berita Terbaru