Trump Tutup USAID: Indonesia Kena Imbas, Bantuan Triliunan Hilang! Siap-Siap ‘Diet’ Proyek Pendidikan dan Riset?

- Admin

Senin, 17 Februari 2025 - 17:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Trump rencana tutup USAID! Bantuan untuk Indonesia terancam, pakar sebut bisa ganggu pendidikan dan riset. | Instagram.com/usaidindonesia

Trump rencana tutup USAID! Bantuan untuk Indonesia terancam, pakar sebut bisa ganggu pendidikan dan riset. | Instagram.com/usaidindonesia

KumpalanNEWS – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana menutup United States Agency for International Development (USAID). Keputusan ini menuai perhatian karena USAID selama ini menjadi sumber utama bantuan luar negeri, termasuk bagi Indonesia.

Setelah dilantik, Trump langsung menginstruksikan penghentian sementara seluruh bantuan luar negeri AS. Ia menilai bahwa program-program USAID tidak memberikan manfaat langsung bagi warga Amerika, melainkan hanya membebani anggaran negara.

Berdasarkan data ForeignAssistance.gov, USAID telah menyalurkan USD 153,5 juta (Rp2,4 triliun) ke Indonesia pada tahun 2024, mencakup sektor pendidikan, kesehatan, riset, serta program antikorupsi.

Dampak bagi Indonesia: Pakar Beri Peringatan

Menurut Satria Unggul Wicaksana Prakasa, pakar hukum dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), penutupan USAID dapat berdampak negatif terhadap berbagai program di Indonesia.

“USAID punya rekam jejak panjang dalam mendukung kesehatan, pendidikan, hingga penegakan hukum. Tanpa bantuan ini, strategi penanganan berbagai masalah sosial bisa terganggu,” jelasnya, dikutip pada Minggu, 16 Februari 2025.

Satria menekankan bahwa pemerintah Indonesia perlu segera mencari alternatif pendanaan lain untuk menggantikan bantuan yang hilang.

“Kami harus memastikan proyek-proyek penting tetap berjalan, terutama yang berkaitan dengan penelitian dan pengembangan,” tambahnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua bantuan luar negeri selalu membawa dampak positif. Ia mencontohkan bagaimana dana bantuan dari pemerintah Norwegia dalam isu deforestasi sempat menimbulkan kontroversi di Indonesia.

Kanada Siap Ambil Peran?

Di tengah ketidakpastian ini, Kanada menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra pembangunan terbesar bagi Indonesia dan ASEAN.

Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Ahmed Hussen, mengatakan bahwa negaranya akan terus memantau kebijakan Trump terkait penutupan USAID.

“Kami selalu terbuka untuk berbicara dengan mitra global guna meningkatkan efektivitas bantuan pembangunan internasional kami,” ujar Hussen.

Namun, ia juga mengakui bahwa besarnya anggaran USAID, yang mencapai lebih dari USD 40 miliar, bukanlah sesuatu yang bisa diimbangi dengan mudah oleh Kanada.

Trump dan Efisiensi Anggaran

Keputusan Trump menutup USAID merupakan bagian dari kebijakan efisiensi anggaran yang lebih besar. Presiden dari Partai Republik ini menganggap bahwa lembaga tersebut hanya membuang-buang uang tanpa hasil konkret bagi kepentingan nasional AS.

Selain itu, Trump dikenal sering mengkritik USAID dan bahkan pernah menyebut pegawai lembaga ini sebagai kelompok “radikal.”

Meski kebijakan ini masih dalam tahap evaluasi, banyak negara mitra, termasuk Indonesia, mulai bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk jika USAID benar-benar ditutup.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sukabumi Laporkan Kehilangan BPKB Mobil dan Motor, Ini Data Kendaraannya
Rina Rosmaniar Japar Terpilih Aklamasi Pimpin Perwosi Sukabumi 2026–2030
Batang Sorgum Resmi Jadi Bahan Bakar PLTU Palabuhanratu, Era Energi Hijau Dimulai di Sukabumi
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat: Kabupaten Sukabumi Berstatus ‘Awas’
Pemkab dan DPRD Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
Dibela Pelaku Wisata, Dedi Mulyadi Kukuh Larang Study Tour demi Orang Tua Siswa
Protes Anies atas Vonis Tom Lembong: Fakta di Sidang Diabaikan, Hukum Dipertanyakan
Imbas Inpres DTSEN, Kemensos Alihkan Bansos ke Warga yang Lebih Layak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:07 WIB

Warga Sukabumi Laporkan Kehilangan BPKB Mobil dan Motor, Ini Data Kendaraannya

Senin, 6 April 2026 - 18:42 WIB

Rina Rosmaniar Japar Terpilih Aklamasi Pimpin Perwosi Sukabumi 2026–2030

Selasa, 25 November 2025 - 19:55 WIB

Batang Sorgum Resmi Jadi Bahan Bakar PLTU Palabuhanratu, Era Energi Hijau Dimulai di Sukabumi

Senin, 10 November 2025 - 14:12 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat: Kabupaten Sukabumi Berstatus ‘Awas’

Jumat, 15 Agustus 2025 - 17:05 WIB

Pemkab dan DPRD Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Berita Terbaru