Dibela Pelaku Wisata, Dedi Mulyadi Kukuh Larang Study Tour demi Orang Tua Siswa

- Admin

Selasa, 22 Juli 2025 - 17:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Dedi Mulyadi: Study tour itu piknik, bukan pendidikan. | Instagram/dedimulyadi71

Dedi Mulyadi: Study tour itu piknik, bukan pendidikan. | Instagram/dedimulyadi71

KumpalanNEWS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan para pelaku usaha pariwisata atas larangan study tour. Aksi tersebut berlangsung pada Senin, 21 Juli 2025, dimulai di depan Gedung Sate dan berlanjut dengan blokade jalan di Jalan Layang Pasupati, Kota Bandung.

Melalui akun Instagram resminya @dedimulyadi71, Dedi menilai demonstrasi itu justru memperkuat anggapan bahwa study tour lebih mendekati kegiatan rekreasi ketimbang pembelajaran.

“Demonstrasi kemarin menunjukkan semakin jelas bahwa kegiatan study tour itu sebenarnya kegiatan piknik,” kata Dedi pada Selasa, 22 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengungkap bahwa aksi tersebut mendapat dukungan dari pelaku wisata luar daerah, termasuk dari Yogyakarta dan penyedia jasa jeep tour di Gunung Merapi.

Terkait Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA yang melarang kegiatan study tour, Dedi menegaskan bahwa kebijakan itu bertujuan untuk melindungi masyarakat, khususnya para orang tua siswa, dari beban pengeluaran yang tidak perlu.

“Gubernur Jawa Barat akan tetap berkomitmen menjaga ketenangan orang tua siswa, agar tidak terlalu banyak pengeluaran biaya,” ujarnya.

Dedi menekankan bahwa fokus pendidikan harus kembali pada pengembangan karakter dan kemampuan belajar siswa, bukan pada aktivitas di luar konteks esensial pendidikan.

“Saya akan tetap berpihak pada kepentingan rakyat banyak, menjaga kelangsungan pendidikan dan mengefisienkan pendidikan dari beban biaya,” tegasnya.

Meski demikian, Dedi menyatakan dukungannya terhadap pertumbuhan industri pariwisata di Jawa Barat, asalkan memiliki segmentasi pasar yang sesuai.

Diketahui, ratusan pekerja sektor pariwisata sebelumnya memprotes kebijakan larangan study tour karena dianggap menurunkan pendapatan mereka. Mereka juga meminta agar poin ketiga dalam surat edaran tersebut dicabut karena dianggap merugikan pelaku usaha pariwisata lokal.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya
Tangisan Bocah Ini Bikin Warganet Tersentuh, Ternyata Ayahnya Tewas Usai Diduga Mencuri Ayam

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:38 WIB

Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan

Berita Terbaru