Target PAD Kabupaten Sukabumi 2027 Turun Rp6,36 Miliar, Gerindra Beri Catatan

- Admin

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Gerindra menyoroti penurunan target PAD Kabupaten Sukabumi 2027 sebesar Rp6,36 miliar. Digitalisasi pajak dan optimalisasi aset menjadi sorotan.

Gerindra menyoroti penurunan target PAD Kabupaten Sukabumi 2027 sebesar Rp6,36 miliar. Digitalisasi pajak dan optimalisasi aset menjadi sorotan.

KumpalanNEWS – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukabumi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 diproyeksikan turun Rp6,36 miliar di tengah target pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,44 hingga 7,51 persen. Kondisi tersebut menjadi sorotan Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi yang menilai penguatan pendapatan daerah perlu menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran tahun mendatang.

Target PAD Kabupaten Sukabumi pada 2027 direncanakan sebesar Rp897,54 miliar. Angka tersebut lebih rendah Rp6,36 miliar atau sekitar 0,70 persen dibandingkan target dalam APBD murni 2026 yang mencapai Rp903,91 miliar.

Sorotan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar), Ruslan Abdul Hakim, setelah agenda penyampaian pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna DPRD pada Kamis, 1 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ruslan, penurunan target PAD perlu dicermati karena pemerintah daerah justru memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi pada 2027 berada di kisaran 5,44 hingga 7,51 persen. Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan strategi peningkatan penerimaan daerah yang lebih optimal.

Sejumlah Komponen PAD Mengalami Penurunan

Fraksi Gerindra juga mencatat adanya penurunan pada beberapa komponen PAD dalam RAPBD 2027. Target pajak daerah diproyeksikan turun Rp817,31 juta, dari Rp496,52 miliar menjadi Rp495,70 miliar.

Sementara itu, komponen lain-lain PAD yang sah diperkirakan berkurang Rp9,18 miliar menjadi Rp139,43 miliar. Di antara komponen yang disoroti, hanya retribusi daerah yang diproyeksikan mengalami peningkatan, yakni sebesar 1,47 persen.

Selain penurunan target PAD, Gerindra menyoroti tingginya ketergantungan Kabupaten Sukabumi terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Dalam RAPBD 2027, pendapatan transfer diproyeksikan mencapai Rp3,266 triliun atau sekitar 78,29 persen dari total pendapatan daerah.

Ruslan menilai kondisi tersebut dapat menghambat kemandirian fiskal daerah apabila tidak disertai langkah inovatif untuk memperluas sumber penerimaan dan mengoptimalkan potensi pendapatan yang sudah ada.

Gerindra Usulkan Digitalisasi Pajak dan Optimalisasi Aset

Untuk meningkatkan PAD, Fraksi Gerindra mendorong Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperkuat sistem pemungutan pajak dan retribusi melalui digitalisasi. Optimalisasi Pajak Air Permukaan, pemanfaatan aset daerah yang belum produktif, serta peningkatan penerimaan dari sektor pariwisata dan galian juga menjadi bagian dari usulan tersebut.

Gerindra menekankan agar upaya peningkatan pendapatan daerah dilakukan secara terukur tanpa menambah beban masyarakat kecil.

Secara keseluruhan, Fraksi Gerindra menyampaikan lima rekomendasi dalam pembahasan RAPBD Kabupaten Sukabumi 2027. Rekomendasi tersebut meliputi penyelarasan APBD dengan program nasional, penguatan ekosistem agroindustri dan pariwisata, digitalisasi PAD, pengelolaan pembiayaan dan defisit anggaran, serta percepatan proses pengadaan melalui mekanisme early tender.

Pemkab Sukabumi Siapkan Penguatan PAD dan Percepatan Proyek

Dalam jawaban bupati terhadap pandangan umum fraksi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa RAPBD 2027 diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian dan pariwisata, meningkatkan konektivitas infrastruktur, serta memperkuat ketahanan pangan dan pelayanan dasar.

Pemerintah daerah juga menyatakan akan mengoptimalkan PAD melalui berbagai upaya peningkatan penerimaan.

Terkait rekomendasi early tender, pemerintah menyambut usulan tersebut agar pekerjaan fisik dan proyek infrastruktur strategis dapat dimulai pada triwulan pertama 2027.

Adapun usulan integrasi sistem pajak elektronik atau e-tax dan audit kepatuhan Pajak Air Permukaan akan dibahas lebih lanjut dalam tahapan pembahasan RAPBD berikutnya.

Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menyelaraskan kebutuhan pembangunan Kabupaten Sukabumi dengan kemampuan fiskal daerah, sekaligus mendorong optimalisasi pendapatan agar pelaksanaan program pembangunan pada 2027 dapat berjalan lebih efektif.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Dievaluasi Gubernur Jabar, DPRD Sukabumi Benahi Perubahan APBD 2026
BPJS Kesehatan Nonaktif? Budi Azhar Soroti Aturan Layanan Rumah Sakit bagi Warga
Dana Bagi Hasil Jabar Berkurang Rp7,4 Miliar, DPRD Sukabumi Dorong Realokasi Anggaran
KDM Janjikan Berobat Gratis bagi Peserta BPJS Nonaktif, DPRD Sukabumi Ungkap Kendala Ini
Perubahan SOTK Pemkab Sukabumi Dibahas DPRD, Ini Fokus Penataan Birokrasi
Karnaval Jampana dan Pertunjukan Kolosal Warnai Jampang Ngabhuana 3 di Surade
HUT ke-81 TNI 2026, Mansurudin Dorong Sinergi TNI dan Rakyat di Kabupaten Sukabumi
Pendidikan Dapat 31,16 Persen Anggaran, Ini Arah Kebijakan APBD Sukabumi 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Usai Dievaluasi Gubernur Jabar, DPRD Sukabumi Benahi Perubahan APBD 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:25 WIB

BPJS Kesehatan Nonaktif? Budi Azhar Soroti Aturan Layanan Rumah Sakit bagi Warga

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Dana Bagi Hasil Jabar Berkurang Rp7,4 Miliar, DPRD Sukabumi Dorong Realokasi Anggaran

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37 WIB

KDM Janjikan Berobat Gratis bagi Peserta BPJS Nonaktif, DPRD Sukabumi Ungkap Kendala Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Karnaval Jampana dan Pertunjukan Kolosal Warnai Jampang Ngabhuana 3 di Surade

Berita Terbaru