Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali

- Admin

Senin, 27 Juli 2026 - 21:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Polisi menetapkan lima tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan pria di Tabanan, Bali. | Gambar: Ilustrasi AI

Polisi menetapkan lima tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan pria di Tabanan, Bali. | Gambar: Ilustrasi AI

KumpalanNEWS – Kepolisian menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pria berinisial KD di Kabupaten Tabanan, Bali. Penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka serta membuka kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menjelaskan, lima tersangka yang telah ditetapkan masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND. Menurutnya, proses penyidikan masih terus berjalan sehingga kepolisian belum dapat mengungkap secara rinci peran setiap tersangka.

“Kami belum bisa menyampaikan peran masing-masing karena masih dilakukan pendalaman. Lima orang inilah yang berdasarkan alat bukti sementara telah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar AKBP I Putu Bayu Pati dalam konferensi pers di Mapolres Tabanan, Minggu (26/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah beredar luas video yang memperlihatkan putri korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SD menangis histeris saat jenazah sang ayah tiba di rumah duka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KD diduga menjadi korban pengeroyokan massa setelah dituduh mencuri ayam aduan milik warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 Wita.

Selain diduga melakukan pengeroyokan, massa juga disebut membakar sepeda motor milik korban di lokasi kejadian.

Di tengah proses hukum yang berlangsung, istri korban, Putu Dewi Suryantini, mengungkapkan bahwa suaminya telah meninggalkan rumah selama tiga hari sebelum kabar duka itu diterimanya. Ia menduga sang suami sedang berusaha mencari uang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Menurut Putu Dewi, keluarganya memiliki tiga orang anak. Satu anak telah menikah, sedangkan dua lainnya masih bersekolah, masing-masing di kelas 1 SMK dan kelas 2 SD. Ia menyebut kebutuhan biaya pendidikan menjadi beban yang sedang dihadapi keluarganya.

Ia juga menjelaskan bahwa informasi mengenai suaminya yang menjadi korban pengeroyokan pertama kali diterima melalui pihak keluarga yang mendapat kabar dari warga.

Sementara itu, anggota keluarga korban lainnya, Made Parta, mengatakan bahwa ia awalnya memperoleh informasi mengenai penemuan jenazah di wilayah Baturiti. Setelah mendatangi kantor polisi, ia kemudian diarahkan untuk melakukan pengecekan ke rumah sakit hingga akhirnya memastikan identitas korban.

Hingga kini, kepolisian masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian, motif, serta keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya
Tangisan Bocah Ini Bikin Warganet Tersentuh, Ternyata Ayahnya Tewas Usai Diduga Mencuri Ayam
Berawal dari MCK, Api Melalap Puluhan Rumah di Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:38 WIB

Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan

Berita Terbaru