Ormas Duduki Lahan BMKG, Puan: Bubarkan Jika Berbau Premanisme

- Admin

Senin, 26 Mei 2025 - 15:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Puan: Negara tak boleh kalah oleh ormas berbau premanisme. | instagram/ketua_dprri

Puan: Negara tak boleh kalah oleh ormas berbau premanisme. | instagram/ketua_dprri

KumpalanNEWS — Ketua DPR RI, Puan Maharani, secara tegas meminta pemerintah untuk membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai mengganggu ketertiban masyarakat dan menunjukkan tindakan premanisme.

Pernyataan ini disampaikan usai pertemuannya dengan Perdana Menteri China, Li Qiang, di kompleks parlemen, Senayan, pada Minggu, 25 Mei 2025.

“Kami minta pemerintah menindak tegas ormas-ormas yang mengganggu ketertiban. Apalagi jika meresahkan masyarakat. Evaluasi harus dilakukan terhadap ormas yang berbau premanisme,” tegas Puan kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu menanggapi insiden pendudukan lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Tangerang Selatan oleh ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya. Lahan tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan Gedung Arsip BMKG.

Menurut Puan, tindakan sepihak seperti ini tidak bisa ditoleransi. “Kalau memang kemudian itu (ormas) berbau premanisme, ya segera bubarkan. Jangan sampai negara kalah,” ujarnya.

Puan juga mengimbau aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut dan menjamin keamanan aset negara.

BMKG sebelumnya telah melaporkan penguasaan lahan seluas 127.780 meter persegi di Kelurahan Pondok Betung ke Polda Metro Jaya melalui surat resmi bernomor e.T/PL.04.00/001/KB/V/2025.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BMKG, Akhmad Taufan Maulana, mengungkapkan bahwa gangguan terhadap lahan tersebut telah berlangsung hampir dua tahun, menghambat rencana pembangunan.

Sebagai respon, pada Sabtu, 24 Mei 2025, Polda Metro Jaya melakukan pembongkaran bangunan di lokasi dan mengamankan 17 orang yang diduga terlibat.

“Penindakan ini sebagai upaya menjaga ketertiban dan penegakan hukum terhadap aset milik negara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Berita Terbaru