Respons Isu Kontroversial, Kak Seto Klarifikasi Program Siswa di Barak TNI

- Admin

Minggu, 11 Mei 2025 - 18:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Kak Seto nilai program barak siswa Jabar tetap lindungi hak anak. | Instagram.com/@disdikjabar

Kak Seto nilai program barak siswa Jabar tetap lindungi hak anak. | Instagram.com/@disdikjabar

KumpalanNEWS – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengirim siswa bermasalah ke barak militer menuai perbincangan luas di media sosial. Program tersebut, yang menempatkan para siswa di barak milik TNI untuk menjalani pendidikan karakter, sempat menuai kekhawatiran publik terkait prinsip perlindungan anak.

Merespons isu tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, turun langsung memantau kegiatan para siswa di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung Barat, Minggu (11/5/2025).

Kunjungan itu diunggah oleh akun resmi Instagram Dinas Pendidikan Jawa Barat, @disdikjabar. Dalam dokumentasi tersebut, Kak Seto tampak berdialog dengan siswa peserta program Pendidikan Karakter Panca Waluya—sebuah inisiatif Gubernur Dedi Mulyadi yang bertujuan memperkuat nilai-nilai karakter generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sering banyak orang salah sangka. Meski ada unsur pendidikan oleh militer, tapi tetap menggunakan bahasa anak dan memenuhi hak-hak anak,” ujar Kak Seto dalam pernyataannya yang dikutip dari unggahan tersebut.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program yang dikawal dengan baik dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak.

“Hak untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan, didengar suaranya, bahkan ada cek kesehatan dan psikologi,” imbuhnya.

Dengan pernyataan ini, Kak Seto meredam kekhawatiran sebagian publik sekaligus menegaskan bahwa program tersebut tetap dalam koridor perlindungan anak.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Berita Terbaru

TMMD ke-130 dipusatkan di Desa Mekarjaya, Ciemas, dengan sasaran pembangunan fisik dan pelayanan dasar masyarakat. (fb/Pemerintah Kabupaten Sukabumi)

Pemerintahan

Rakor Teknis TMMD ke-130, Desa Mekarjaya Ciemas Jadi Pusat Kegiatan

Kamis, 17 Sep 2026 - 19:40 WIB