Kebijakan Jalan Kaki Menuju Sekolah Tuai Respons, Gubernur Jabar Tekankan Nilai Kemandirian

- Admin

Kamis, 1 Mei 2025 - 19:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Dedi Mulyadi tanggapi keluhan siswa soal jalan kaki ke sekolah: "Jagoan pantang minta bantuan!" | Instagram.com/@dedimulyadi71

Dedi Mulyadi tanggapi keluhan siswa soal jalan kaki ke sekolah: "Jagoan pantang minta bantuan!" | Instagram.com/@dedimulyadi71

KumpalanNEWS – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mendorong siswa untuk berjalan kaki ke sekolah menuai sorotan publik. Dalam beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan oleh video sejumlah pelajar yang mengeluhkan kondisi perjalanan mereka ke sekolah.

Salah satu video yang menjadi viral menunjukkan beberapa siswa di Jawa Barat menyuarakan kelelahan akibat harus berjalan jauh tanpa adanya angkutan kota (angkot) yang melintas. Bahkan, ada siswa yang menutupi kepala mereka karena kepanasan, serta yang kesulitan berjalan akibat cedera ringan.

Merespons hal tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi mengunggah video serupa melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Kamis, 1 Mei 2025. Dalam keterangannya, Dedi menegaskan bahwa sikap pantang menyerah harus dijunjung tinggi oleh para siswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jagoan pantang meminta bantuan, semangat terus!” tulisnya dalam caption video tersebut.

Dalam video, terdengar seorang siswa mengatakan, “Capek, Pak Dedi. Itu lihat teman-teman juga jalan kaki, pengen dijemput angkot.” Keluhan lain datang dari siswa yang menyebut ada temannya kesulitan berjalan dan meminta agar Dedi mengirimkan setidaknya satu angkot.

Video tersebut menimbulkan perdebatan di kalangan warganet. Sebagian mendukung pesan ketangguhan dari sang Gubernur, sementara yang lain mempertanyakan kesiapan infrastruktur dan ketersediaan transportasi umum di daerah.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Berita Terbaru