Konflik Dana Bikin MBG Mandek, Pengelola Lapangan Rugi Hampir Rp1 Miliar

- Admin

Kamis, 17 April 2025 - 22:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

MBG Kalibata tutup, pengelola lapor Yayasan MBN atas dugaan penggelapan dana. | x.com/setkabgoid

MBG Kalibata tutup, pengelola lapor Yayasan MBN atas dugaan penggelapan dana. | x.com/setkabgoid

KumpalanNEWS – Program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat aktif menyalurkan puluhan ribu porsi makanan kepada anak-anak di Kalibata, Jakarta Selatan, kini resmi berhenti beroperasi sejak akhir Maret 2025.

Penutupan tersebut bukan disebabkan kekurangan relawan atau bahan makanan, melainkan konflik dana yang menyeret Yayasan Media Berkat Nusantara (MBN).

Pengelola lapangan MBG, Ira Mesra, melalui kuasa hukumnya Danna Harly, menyampaikan bahwa pihaknya tak pernah menerima dana sepeser pun dari pihak yayasan hingga akhir operasional dapur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, selama dua tahap program yang berjalan sejak Februari 2025, MBG telah mendistribusikan sebanyak 65.025 porsi makanan.

“Kami tidak bisa lagi memberikan modal karena dari dua tahap, 60.000 porsi lebih, kami tidak dibayar sepeser pun,” kata Danna saat dikonfirmasi pada Rabu, 16 April 2025.

Ironisnya, lanjut Danna, Yayasan MBN tercatat telah menerima pencairan dana sebesar Rp386,5 juta dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang diperuntukkan bagi operasional MBG. Namun dana tersebut tidak pernah diteruskan kepada pelaksana lapangan, Ira Mesra.

Permasalahan semakin memanas ketika Ira justru menerima tagihan sebesar lebih dari Rp45 juta yang disebut sebagai tunggakan pembelian barang. Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh pihak Ira. “Fakta di lapangannya, seluruh dana operasional dikeluarkan oleh Ibu Ira,” tegas Danna.

Akibat konflik tersebut, pihak Ira mengaku mengalami kerugian hampir Rp1 miliar dan akhirnya mengambil langkah hukum.

Gugatan pidana dengan dugaan penggelapan resmi dilayangkan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 10 April 2025.

Danna menjelaskan bahwa masalah berawal dari ketidaksesuaian data anggaran yang ditemukan Ira pada 24 Maret 2025, terutama terkait jumlah siswa PAUD, TK, dan SD yang menjadi sasaran program. Kecurigaan ini memicu pemutusan kerja sama dengan Yayasan MBN.

“Sudah saya somasi, sudah saya ajukan hak tagih, dan sudah saya konfirmasi ke BGN. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Berita Terbaru