Dokter Residen Unpad Diduga Perkosa Keluarga Pasien di RSHS, Kini Ditahan Polisi

- Admin

Kamis, 10 April 2025 - 20:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Dokter residen Unpad diduga bius dan perkosa keluarga pasien, kini ditahan dan diberhentikan. | instagram.com/drg.mirza

Dokter residen Unpad diduga bius dan perkosa keluarga pasien, kini ditahan dan diberhentikan. | instagram.com/drg.mirza

KumpalanNEWS – Seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Padjadjaran (Unpad), berinisial P (31), menjadi pusat perhatian publik usai diduga membius dan memperkosa anak perempuan dari salah satu pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Maret 2025 di lantai 7 gedung RSHS, Kota Bandung. Polisi bergerak cepat dan menangkap pelaku pada 28 Maret 2025. Pelaku kini ditahan dan dihadirkan dalam konferensi pers oleh Polda Jawa Barat pada Rabu, 9 April 2025.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan indikasi gangguan perilaku seksual pada pelaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang kecenderungan pelaku mengalami kelainan seksual. Hasil pemeriksaan akan kami perkuat dengan forensik,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSHS, dr. Rachim Dinata Marsidi, menegaskan bahwa pelaku diketahui telah menikah, sesuai data dalam KTP-nya.

Dalam proses penyidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat kejadian, termasuk obat bius dan kondom bersperma.

Universitas Padjadjaran turut merespons cepat atas keterlibatan mahasiswa PPDS-nya dalam kasus ini. Dalam siaran pers resmi yang dirilis Rabu, 9 April 2025, Unpad menyatakan telah memberhentikan pelaku dari program pendidikan spesialis.

“Karena terduga merupakan PPDS yang dititipkan di RSHS dan bukan karyawan RSHS, maka penindakan tegas sudah dilakukan dengan memberhentikannya dari program PPDS,” tegas pihak Unpad.

Kasus ini terus mendapat sorotan luas dari masyarakat. Selain sebagai upaya penegakan hukum, publik menuntut adanya perlindungan maksimal bagi korban serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan dan pengawasan etika dalam dunia medis.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Berita Terbaru