Arus Balik Lebaran 2025 Padat, Tol Cisumdawu Siap Jadi Jalur Alternatif Gratis

- Admin

Minggu, 6 April 2025 - 17:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Skema one way dan WFA diterapkan demi kelancaran arus balik Lebaran 2025. | Unsplash/Roger Victorino

Skema one way dan WFA diterapkan demi kelancaran arus balik Lebaran 2025. | Unsplash/Roger Victorino

KumpalanNEWS — Setelah masa libur panjang Lebaran dan Nyepi 2025 berakhir, pergerakan arus balik menuju Jakarta mulai terlihat padat.

Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 6 dan 7 April 2025, menjelang hari pertama masuk kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 8 April 2025.

Sebagai upaya mengurai kemacetan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengeluarkan kebijakan khusus yang memperbolehkan ASN untuk bekerja dari rumah (Work From Anywhere/WFA) pada hari pertama kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan dari Kementerian Perhubungan.

Di sisi lain, pemerintah juga menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran arus balik.

Korlantas Polri telah memberlakukan skema one way dari Km 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, hingga Km 70 GT Cikampek Utama, Jawa Barat.

Selain itu, skema contraflow juga disiapkan hingga Km 36 jika terjadi lonjakan volume kendaraan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa alternatif lain seperti pengalihan ke Tol Cisumdawu (Cileunyi–Sumedang–Dawuan) turut disiapkan.

“Apabila one way nasional ini ternyata tetap masih ada kemacetan, kami mempersiapkan Tol Cisumdawu untuk menjadi pengurai,” ujar Listyo saat meninjau arus balik di GT Kalikangkung, Semarang, Minggu (6/4/2025).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa opsi pembebasan tarif tol juga tengah dipertimbangkan jika Tol Cisumdawu difungsikan sebagai jalur alternatif.

Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Korlantas Polri.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Berita Terbaru