AI Gaya Ghibli dari OpenAI Viral, Miyazaki: Ini Penghinaan terhadap Seni!

- Admin

Jumat, 4 April 2025 - 15:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Hayao Miyazaki kembali kritik AI, menyebut teknologi ini sebagai ancaman bagi seni dan kehidupan. | instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli

Hayao Miyazaki kembali kritik AI, menyebut teknologi ini sebagai ancaman bagi seni dan kehidupan. | instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli

KumpalanNEWS – OpenAI baru saja meluncurkan fitur terbaru di ChatGPT-4o yang memungkinkan pengguna membuat gambar bergaya khas Studio Ghibli.

Fitur ini langsung menjadi tren di media sosial, dengan berbagai unggahan swafoto, gambar hewan peliharaan, hingga tokoh politik yang diubah ke dalam estetika animasi ikonik tersebut.

Namun, di balik euforia pengguna, kritik keras datang dari salah satu pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sang maestro animasi sejak lama menentang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam seni dan kembali mengungkapkan keberatannya atas tren ini.

“Saya tidak akan pernah menerapkan teknologi seperti ini ke karya-karya saya. Teknologi AI ini adalah penghinaan terhadap kehidupan dan seni,” ujar Miyazaki dalam sebuah wawancara pada Jumat (4/4/2025).

Miyazaki berpendapat bahwa meskipun AI dapat meniru bentuk dan gerakan, teknologi ini tidak mampu menangkap esensi emosi manusia dalam karya seni.

Bagi sutradara legendaris ini, seni lebih dari sekadar gambar indah—ia harus mencerminkan perasaan dan pengalaman manusia.

Sikap Kritis Miyazaki terhadap AI

Kritik Miyazaki terhadap AI bukan hal baru. Pada tahun 2016, ia menghadiri presentasi dari Dwango Artificial Intelligence Laboratory yang memperlihatkan animasi makhluk tanpa kepala berjalan dengan gerakan aneh.

Alih-alih terkesan, Miyazaki merasa terganggu dan menyebut pengembang AI tidak memahami nilai seni dan kehidupan.

“Jika Anda ingin menciptakan sesuatu yang berguna bagi manusia, ciptakan alat yang dapat membantu orang cacat. Ini hanya teknologi yang menyedihkan,” ucapnya kala itu.

Isu Hak Cipta dalam AI Bergaya Ghibli

Selain kritik dari sisi artistik, tren AI yang meniru gaya Ghibli juga memicu perdebatan mengenai hak cipta. Di Jepang, hukum mengizinkan penggunaan karya seni untuk melatih AI guna mendukung inovasi teknologi.

Namun, jika hasil akhirnya terlalu mirip dengan karya asli yang dilindungi hak cipta, maka dapat berpotensi menjadi pelanggaran hukum.

Banyak ahli hukum berpendapat bahwa perdebatan ini masih berada di area abu-abu. Sebagian mendukung AI sebagai alat kreatif baru, sementara lainnya khawatir bahwa teknologi ini bisa merusak industri seni dan mengancam hak para seniman.

Bagi Miyazaki, persoalan ini lebih dari sekadar aspek legalitas. Ia menegaskan bahwa AI tidak akan pernah bisa menggantikan kreativitas manusia yang sesungguhnya.

Sebagai seorang seniman yang telah menghabiskan puluhan tahun menciptakan dunia penuh jiwa dalam animasi, ia melihat tren ini sebagai ancaman bagi nilai seni yang sejati.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Berita Terbaru