APBD Kabupaten Sukabumi 2027 Dibahas, Fraksi PPP Soroti Ekonomi, Infrastruktur Desa, dan UMKM

- Admin

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Fraksi PPP DPRD Sukabumi mendorong APBD 2027 berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Fraksi PPP DPRD Sukabumi mendorong APBD 2027 berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

KumpalanNEWS – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Sukabumi meminta agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Anggaran daerah diharapkan tidak hanya terserap sesuai perencanaan, tetapi juga menghasilkan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, memperkuat UMKM, dan memperbaiki pelayanan publik.

Pandangan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PPP, Andri Hidayana, dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi pada Kamis (1/10/2026). Masukan itu menjadi bagian dari pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2027.

Andri menilai arah pembangunan daerah perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan anggaran yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan fokus pembangunan Kabupaten Sukabumi pada penyiapan ekosistem pendukung agroindustri dan pariwisata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pengembangan kedua sektor tersebut memerlukan dukungan yang menyeluruh agar manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh masyarakat, termasuk petani, pelaku UMKM, koperasi, dan warga di sekitar destinasi wisata.

Agroindustri dan Pariwisata Perlu Dukungan Menyeluruh

Fraksi PPP menilai pengembangan agroindustri tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi pertanian. Pemerintah daerah perlu memperkuat rantai usaha, mulai dari pengolahan hasil panen, pengemasan, standardisasi produk, pembiayaan, hingga pemasaran.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sehingga petani tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah.

Di sektor pariwisata, pengembangan destinasi juga perlu disertai peningkatan konektivitas jalan, transportasi, sanitasi, kebersihan, keamanan, dan jaringan komunikasi. Keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi faktor penting agar pertumbuhan kunjungan wisata turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Dengan dukungan tersebut, warga di kawasan pertanian dan destinasi wisata diharapkan dapat berperan sebagai pelaku ekonomi yang memperoleh manfaat langsung dari pembangunan daerah.

Infrastruktur Desa dan Jalan Usaha Tani Jadi Sorotan

Selain penguatan sektor ekonomi, Fraksi PPP meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur desa, jalan lingkungan, jalan usaha tani, dan jalan setapak.

Andri menilai infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat. Akses jalan yang memadai dapat memperlancar mobilitas warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, lahan pertanian, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi.

Karena itu, penentuan prioritas pembangunan infrastruktur perlu mempertimbangkan tingkat kerusakan, jumlah masyarakat yang dilayani, fungsi ekonomi dan sosial, serta urgensi pemenuhan kebutuhan dasar.

Fraksi PPP berpandangan bahwa keberhasilan pembangunan jalan tidak semata-mata ditentukan oleh panjang ruas yang dibangun, tetapi juga oleh manfaatnya bagi mobilitas dan kesejahteraan warga.

Bantuan Keuangan Desa dan UMKM Perlu Tepat Sasaran

Perhatian berikutnya diarahkan pada Bantuan Keuangan Desa. Fraksi PPP mendorong agar dukungan anggaran bagi desa dimanfaatkan untuk program yang memberikan manfaat berkelanjutan, seperti pembangunan infrastruktur dasar, penguatan ketahanan pangan, pengembangan UMKM, pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta peningkatan pelayanan sosial.

Andri menekankan pentingnya pengelolaan bantuan keuangan desa yang tepat sasaran, tepat manfaat, tepat waktu, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, desa memiliki peran strategis dalam pelayanan masyarakat sehingga dukungan fiskal perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.

Sarana Keagamaan dan Pendidikan Perlu Diperhatikan

Fraksi PPP juga meminta agar kebutuhan sarana keagamaan menjadi bagian dari perhatian dalam penyusunan APBD 2027. Fasilitas yang dimaksud meliputi masjid, musala, madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan.

Andri menilai fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga mendukung pendidikan, pembinaan generasi muda, serta penguatan kehidupan sosial masyarakat.

Oleh karena itu, dukungan terhadap sarana keagamaan diharapkan dapat diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah.

Keberhasilan APBD Harus Diukur dari Hasil Pembangunan

Dalam pandangan umumnya, Fraksi PPP menegaskan bahwa keberhasilan APBD tidak cukup dinilai berdasarkan tingkat penyerapan anggaran. Pemerintah daerah juga perlu mengukur hasil pelaksanaan program melalui indikator yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi.

Indikator tersebut antara lain peningkatan kualitas pelayanan publik, terbukanya akses ekonomi, membaiknya infrastruktur, serta meningkatnya manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Pandangan Fraksi PPP ini menjadi bagian dari proses pembahasan Raperda APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2027 bersama pemerintah daerah. Sebelumnya, DPRD telah menerima Nota Pengantar Raperda APBD 2027 yang mengarahkan pembangunan pada penguatan ekosistem agroindustri dan pariwisata.

Fraksi PPP berharap arah kebijakan anggaran tersebut tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat, sehingga pembangunan ekonomi, pemberdayaan desa, peningkatan pelayanan dasar, dan kesejahteraan warga dapat berjalan beriringan.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Dievaluasi Gubernur Jabar, DPRD Sukabumi Benahi Perubahan APBD 2026
BPJS Kesehatan Nonaktif? Budi Azhar Soroti Aturan Layanan Rumah Sakit bagi Warga
Dana Bagi Hasil Jabar Berkurang Rp7,4 Miliar, DPRD Sukabumi Dorong Realokasi Anggaran
KDM Janjikan Berobat Gratis bagi Peserta BPJS Nonaktif, DPRD Sukabumi Ungkap Kendala Ini
Perda Investasi dan Kemudahan Berusaha Sukabumi Disahkan, Ini Aturan Pentingnya
Perubahan SOTK Pemkab Sukabumi Dibahas DPRD, Ini Fokus Penataan Birokrasi
Perubahan SOTK Pemkab Sukabumi Dibahas, DPTR Diusulkan Naik dari Tipe C ke Tipe A
Anggaran TMMD Sukabumi Dinilai Belum Ideal, DPRD Dorong Peningkatan pada 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Usai Dievaluasi Gubernur Jabar, DPRD Sukabumi Benahi Perubahan APBD 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:25 WIB

BPJS Kesehatan Nonaktif? Budi Azhar Soroti Aturan Layanan Rumah Sakit bagi Warga

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Dana Bagi Hasil Jabar Berkurang Rp7,4 Miliar, DPRD Sukabumi Dorong Realokasi Anggaran

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37 WIB

KDM Janjikan Berobat Gratis bagi Peserta BPJS Nonaktif, DPRD Sukabumi Ungkap Kendala Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Perubahan SOTK Pemkab Sukabumi Dibahas DPRD, Ini Fokus Penataan Birokrasi

Berita Terbaru