Kenakalan Remaja Jadi Sorotan, Dua Gubernur Usung Dua Cara: Panca Waluya dan Manggarai Bersholawat

- Admin

Rabu, 21 Mei 2025 - 16:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Dua gubernur, dua strategi, satu tujuan: selamatkan remaja. | Instagram.com / @dedimulyadi71 - @pramonoanungw

Dua gubernur, dua strategi, satu tujuan: selamatkan remaja. | Instagram.com / @dedimulyadi71 - @pramonoanungw

KumpalanNEWS – Upaya pemerintah daerah dalam menangani kenakalan remaja kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perbandingan mencuat antara pendekatan yang diambil oleh dua kepala daerah: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Keduanya menawarkan solusi berbeda untuk merespons maraknya aksi tawuran dan perilaku menyimpang di kalangan pelajar.

Di Jawa Barat, Dedi Mulyadi meluncurkan program Panca Waluya, sebuah pendekatan pendidikan karakter yang menitikberatkan pada pembinaan intensif bagi siswa bermasalah. Siswa yang terlibat dalam aksi tawuran, kecanduan gim daring, hingga aksi balap liar, diberikan pelatihan khusus di barak milik TNI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 273 pelajar yang tergabung dalam gelombang pelatihan terbaru baru saja menyelesaikan masa pendidikan karakter selama 18 hari di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung. Dalam acara kepulangan para siswa tersebut, Dedi menyampaikan pesannya.

“Hubungan negara dengan rakyat harus dibangun dengan rasa. Banyak yang meragukan, tapi waktu yang menjawab,” ucapnya di Gedung Sate, Selasa (20/5/2025).

Sementara itu di Jakarta, Pramono Anung mengusung pendekatan berbasis budaya dan religius melalui program Manggarai Bersholawat. Program ini diinisiasi sebagai bentuk respons atas maraknya tawuran remaja di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Berbeda dengan pendekatan struktural yang diambil Dedi, Pramono lebih memilih jalur pendekatan sosial dengan mengajak masyarakat berdialog dalam suasana spiritual. Ia memastikan kegiatan tersebut akan dimulai dalam pekan ini.

“Dalam waktu dekat, minggu ini,” tegas Pramono saat ditemui awak media di Balai Kota Jakarta, Selasa (20/5/2025).

Meski berbeda metode, baik Dedi maupun Pramono menunjukkan komitmen kuat untuk membina generasi muda. Perbedaan mereka terletak pada pendekatan: Dedi melalui sistem pendidikan berkarakter dengan sentuhan disiplin militer, sementara Pramono membangun kedekatan emosional dan spiritual dengan masyarakat melalui budaya lokal.

Dua gaya, satu tujuan—mengawal masa depan remaja Indonesia.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Berita Terbaru

Kejuaraan ASBKI Piala Bupati Sukabumi diikuti 130 atlet muda. Wabup H. Andreas tekankan disiplin, keberanian, ketekunan, dan sportivitas. (fb/Pemerintah Kabupaten Sukabumi)

Pemerintahan

Kejuaraan Terbuka ASBKI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Atlet Muda

Sabtu, 29 Agu 2026 - 16:07 WIB