Prabowo Instruksikan Desa Pasok Kebutuhan MBG, BUMDes dan UMKM Jadi Prioritas

- Admin

Minggu, 2 Februari 2025 - 18:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Pemerintah dorong desa jadi pemasok utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterlibatan desa diprediksi meningkatkan ekonomi hingga 7 kali lipat! | Instagram.com/badangizinasional.ri

Pemerintah dorong desa jadi pemasok utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterlibatan desa diprediksi meningkatkan ekonomi hingga 7 kali lipat! | Instagram.com/badangizinasional.ri

KumpalanNEWS – Pemerintah menegaskan pentingnya peran desa dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sejak 6 Januari 2025.

Presiden Prabowo Subianto meminta agar desa-desa menjadi pemasok utama kebutuhan pangan dalam program ini, guna mendukung kemandirian dan pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria, usai menghadiri pembukaan HUT ke-17 Silaturahmi Nasional Gema Desa di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu (1/2/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Prabowo minta agar seluruh kebutuhan MBG dipasok dari desa-desa,” ujar Ahmad Riza.

Dengan instruksi tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan aktif dalam pemenuhan kebutuhan program MBG.

Ia juga menegaskan bahwa UMKM dan koperasi menjadi prioritas dalam program ini, sebagaimana yang telah diatur oleh Badan Gizi Nasional.

“Harapannya, desa bisa lebih aktif seperti yang disampaikan Presiden,” imbuhnya.

Dampak Ekonomi: Perputaran Uang Desa Bisa Naik 4-7 Kali Lipat

Keikutsertaan desa dalam program MBG tidak hanya bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga diproyeksikan berdampak signifikan terhadap ekonomi pedesaan.

Ahmad Riza memperkirakan bahwa perputaran uang di desa dapat meningkat hingga 4–7 kali lipat seiring dengan keterlibatan BUMDes dan usaha lokal.

“Harapannya, seluruh desa siap menyambut program ini, sehingga desa menjadi subyek pembangunan,” jelasnya.

Peningkatan perputaran uang ini diharapkan akan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat desa dan mempercepat pengentasan desa tertinggal di Indonesia.

Regulasi dan Pembentukan Desa Tematik

Lebih lanjut, Ahmad Riza mengungkapkan bahwa keterlibatan desa dalam ketahanan pangan sudah memiliki dasar hukum yang jelas.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes PDTT) Nomor 7 Tahun 2023, yang mengamanatkan alokasi minimal 20 persen dana desa untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada.

Sebagai upaya mendukung keberlanjutan program MBG, pemerintah juga berencana membentuk desa tematik yang fokus pada produksi pangan sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

“Misalnya kampung cabai, kampung ikan gabus, dan lainnya. Semua desa harus mengembangkan potensinya sendiri, bahkan hingga ke tahap ekspor,” kata Ahmad Riza.

Dengan adanya keterlibatan aktif desa dalam program ini, diharapkan jumlah desa tertinggal dapat berkurang secara signifikan dalam lima tahun ke depan, dan lebih banyak desa berkembang yang bisa mencapai status desa mandiri.

Menu MBG Disesuaikan dengan Potensi Lokal

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa program MBG juga menjadi kesempatan untuk mengangkat potensi pangan lokal di berbagai daerah.

Ia mencontohkan bahwa di beberapa daerah yang terbiasa mengonsumsi serangga seperti belalang dan ulat sagu, bahan pangan tersebut bisa menjadi sumber protein dalam program MBG.

“Kalau ada daerah tertentu yang terbiasa makan belalang atau ulat sagu, bisa saja masuk dalam menu di sana,” ujar Dadan dalam acara Rapimnas Pira Gerindra di Jakarta, Sabtu (25/1/2025).

Namun, ia menegaskan bahwa contoh tersebut bukan standar menu nasional, melainkan pendekatan berbasis potensi pangan lokal.

“Yang banyak ikan, ikan lah yang mayoritas. Standar kami bukan menu nasional, tetapi komposisi gizi yang disesuaikan dengan sumber daya lokal,” jelasnya.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Berita Terbaru