KumpalanNEWS – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyatakan kesiapan menerapkan sistem pemilahan sampah secara bertahap mulai dari tingkat desa hingga kecamatan setelah mendapat dorongan dari Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci untuk mengoptimalkan operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cimenteng.
Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Sukabumi Andreas saat mendampingi kunjungan kerja Hanif Faisol Nurofiq ke TPA Cimenteng di Jalan Ciangsana, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Rabu (29/7/2026).
Menurut Andreas, Pemkab Sukabumi akan menjalankan program pemilahan sampah organik dan anorganik secara bertahap di tengah masyarakat. Upaya tersebut dimulai dari desa hingga kecamatan agar kapasitas pengolahan sampah di TPA Cimenteng dapat dimanfaatkan secara maksimal sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di Kabupaten Sukabumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungannya, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa keberhasilan pengolahan sampah sangat bergantung pada proses pemilahan sejak dari rumah tangga. Ia menyebut biaya operasional pengolahan akan lebih efisien dan nilai ekonomis sampah meningkat apabila sampah sudah dipisahkan sejak awal.
“Kunci pengolahan sampah ini ada di pemilahan. Jika sampah sudah terpilah dari awal, biaya operasional akan jauh lebih hemat dan nilai ekonomisnya lebih tinggi,” ujar Hanif.
Selain itu, Hanif mendorong Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui pembentukan desa binaan pilah sampah di setiap kecamatan. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi volume residu sekaligus meningkatkan pemanfaatan hasil daur ulang.
Kunjungan kerja Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI tersebut dilakukan untuk meninjau operasional fasilitas RDF di TPA Cimenteng yang mengolah sampah dari 33 kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Hasil pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif itu selanjutnya dipasok untuk kebutuhan industri semen PT SCG (Semen Jawa).***








Komentar