Jokowi Soal Isu Pemakzulan Gibran: Tak Bisa Sembarangan, Ikuti Mekanisme Konstitusi

- Admin

Sabtu, 7 Juni 2025 - 18:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Jokowi soal pemakzulan Gibran: “Ikuti mekanisme ketatanegaraan.” | instagram/gibran_rakabuming

Jokowi soal pemakzulan Gibran: “Ikuti mekanisme ketatanegaraan.” | instagram/gibran_rakabuming

KumpalanNEWS — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menanggapi secara tenang isu yang berkembang terkait pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (6/6/2025), Jokowi menegaskan bahwa semua pihak harus menghormati dan mengikuti sistem ketatanegaraan yang berlaku di Indonesia.

Menanggapi adanya surat dari pihak tertentu yang meminta pemakzulan Gibran, Jokowi menyatakan, “Iya diikuti saja proses sistem ketatanegaraan kita, bahwa ada yang menyurati seperti itu (pemakzulan),” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, dalam sistem pemilu Indonesia, presiden dan wakil presiden dipilih sebagai satu kesatuan paket, berbeda dengan negara seperti Filipina yang memilih secara terpisah.

“Pemilihan presiden kan satu paket, bukan sendiri-sendiri. Memang mekanismenya seperti itu,” jelasnya.

Jokowi juga menekankan bahwa pemakzulan hanya dapat dilakukan melalui mekanisme hukum yang ketat, dan tidak bisa dijalankan sembarangan. “Pemakzulan itu (bisa terjadi) jika presiden atau wakil presiden misalnya melakukan perbuatan tercela,” katanya.

Pernyataan ini muncul di tengah maraknya wacana publik terkait proses pemilihan Gibran sebagai wakil presiden dalam Pilpres 2024, yang dinilai sebagian pihak menimbulkan pertanyaan hukum dan etika.

Sebelumnya, Forum Purnawirawan Prajurit TNI mengirim surat kepada pimpinan DPR, MPR, dan DPD RI untuk mendesak agar Gibran dimakzulkan. Kendati demikian, Presiden Jokowi menganggap dinamika tersebut merupakan bagian dari demokrasi yang sehat di Indonesia.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:38 WIB

Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan

Berita Terbaru