Usai Viral Julukan ‘Gubernur Konten’, Dua Gubernur Bahas Kerja Sama Tenaga Kerja Antarprovinsi

- Admin

Senin, 5 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi usul warga Jabar jadi petani-nelayan di Kaltim. | Instagram.com/@h.rudymasud

i

Dedi Mulyadi usul warga Jabar jadi petani-nelayan di Kaltim. | Instagram.com/@h.rudymasud

KumpalanNEWS – Julukan “Gubernur Konten” yang sempat viral di media sosial kini berujung pada pertemuan hangat antara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Masud.

Keduanya bertatap muka langsung di kediaman Dedi di Subang, Jawa Barat, untuk meredam polemik yang sempat mencuat pasca rapat kepala daerah dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Selasa (29/4).

Dalam pertemuan tersebut, Dedi menegaskan bahwa aktivitasnya di media sosial justru membawa dampak positif bagi efisiensi anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia mengklaim penggunaan anggaran iklan berhasil ditekan dari Rp50 miliar menjadi Rp3 miliar berkat konten digital yang ia buat sendiri.

Rudi Masud pun meluruskan bahwa istilah “Gubernur Konten” bukanlah sindiran, melainkan pengakuan atas kepopuleran Dedi di dunia maya.

“Tidak ada sindiran. Harusnya bilang Kang Dedi Gubernur yang kontennya top,” ujarnya dalam video yang diunggah Dedi di akun Instagram @dedimulyadi71 pada Minggu (4/5).

Tak hanya klarifikasi, pertemuan ini juga menjadi momen penjajakan kerja sama antara dua provinsi. Dedi menyampaikan potensi besar Kalimantan Timur di sektor pertanian dan kelautan, namun dengan tantangan minimnya tenaga kerja.

Sebagai solusi, Dedi mengusulkan agar warga Jawa Barat yang berminat bekerja sebagai petani dan nelayan dapat dikirim ke wilayah pedesaan di Kaltim. “Desa-desa yang sudah ada rumahnya, ada sawahnya, ada kampung nelayannya, mereka akan tinggal di sana,” jelasnya.

Kunjungan ini menjadi sinyal positif dari kedua pemimpin daerah untuk menjembatani sinergi pembangunan antarprovinsi melalui pendekatan yang tak hanya formal, namun juga humanis.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rina Rosmaniar Japar Terpilih Aklamasi Pimpin Perwosi Sukabumi 2026–2030
Batang Sorgum Resmi Jadi Bahan Bakar PLTU Palabuhanratu, Era Energi Hijau Dimulai di Sukabumi
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat: Kabupaten Sukabumi Berstatus ‘Awas’
Pemkab dan DPRD Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
Dibela Pelaku Wisata, Dedi Mulyadi Kukuh Larang Study Tour demi Orang Tua Siswa
Protes Anies atas Vonis Tom Lembong: Fakta di Sidang Diabaikan, Hukum Dipertanyakan
Imbas Inpres DTSEN, Kemensos Alihkan Bansos ke Warga yang Lebih Layak
Pemkab Sukabumi dan Bea Cukai Kolaborasi Tindak Rokok Ilegal, Dorong Penerimaan Pajak Daerah

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 18:42 WIB

Rina Rosmaniar Japar Terpilih Aklamasi Pimpin Perwosi Sukabumi 2026–2030

Selasa, 25 November 2025 - 19:55 WIB

Batang Sorgum Resmi Jadi Bahan Bakar PLTU Palabuhanratu, Era Energi Hijau Dimulai di Sukabumi

Senin, 10 November 2025 - 14:12 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat: Kabupaten Sukabumi Berstatus ‘Awas’

Jumat, 15 Agustus 2025 - 17:05 WIB

Pemkab dan DPRD Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Selasa, 22 Juli 2025 - 17:26 WIB

Dibela Pelaku Wisata, Dedi Mulyadi Kukuh Larang Study Tour demi Orang Tua Siswa

Berita Terbaru

Ekonomi kreatif disebut jadi kunci penguatan ekonomi dan pariwisata Kabupaten Sukabumi. (fb/Pemerintah Kabupaten Sukabumi)

Pemerintahan

Bupati Tegaskan Ekonomi Kreatif Jadi Pilar Pembangunan di Sukabumi

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:45 WIB

error: Content is protected !!