Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Mahfud MD: Tidak Pengaruhi Keabsahan Keputusan Negara

- Admin

Senin, 5 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD. |  (Instagram.com/@mohmahfudmd)

i

Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD. |  (Instagram.com/@mohmahfudmd)

KumpalanNEWS  – Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, mengungkapkan bahwa isu dugaan ijazah palsu yang melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan memengaruhi kebijakan yang diambil selama masa jabatannya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Jokowi melaporkan lima oknum terkait tuduhan pemalsuan ijazah ke Polda Metro Jaya pada 30 April 2025.

Mahfud MD menekankan bahwa meskipun proses hukum terkait dugaan pemalsuan ijazah dapat berjalan, hal tersebut tidak akan berdampak pada ketatanegaraan Indonesia.

Menurutnya, jika pemalsuan terbukti, proses pidana tetap berjalan, tetapi tidak akan menggugurkan keputusan atau kebijakan yang telah ditandatangani Jokowi.

“Saya tidak peduli apakah ijazah Jokowi asli atau tidak, itu tidak akan ada akibatnya terhadap proses ketatanegaraan kita,” jelas Mahfud.

Ia juga menambahkan bahwa dalam konteks hukum tata negara, setiap kebijakan yang sah harus dijamin kepastian hukumnya, tanpa dipengaruhi oleh masalah pribadi seperti ijazah.

Mahfud lebih lanjut mengingatkan bahwa jika ijazah Jokowi memang terbukti palsu, namun keputusan-keputusan yang diambil selama masa jabatannya dianggap batal, maka bisa menimbulkan kekacauan hukum yang sangat luas, mulai dari pengangkatan menteri hingga perjanjian internasional yang telah dibuat.

Menurutnya, stabilitas hukum di Indonesia harus tetap dijaga, meskipun isu pribadi terkait Presiden muncul ke publik.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rina Rosmaniar Japar Terpilih Aklamasi Pimpin Perwosi Sukabumi 2026–2030
Batang Sorgum Resmi Jadi Bahan Bakar PLTU Palabuhanratu, Era Energi Hijau Dimulai di Sukabumi
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat: Kabupaten Sukabumi Berstatus ‘Awas’
Pemkab dan DPRD Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
Dibela Pelaku Wisata, Dedi Mulyadi Kukuh Larang Study Tour demi Orang Tua Siswa
Protes Anies atas Vonis Tom Lembong: Fakta di Sidang Diabaikan, Hukum Dipertanyakan
Imbas Inpres DTSEN, Kemensos Alihkan Bansos ke Warga yang Lebih Layak
Pemkab Sukabumi dan Bea Cukai Kolaborasi Tindak Rokok Ilegal, Dorong Penerimaan Pajak Daerah

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 18:42 WIB

Rina Rosmaniar Japar Terpilih Aklamasi Pimpin Perwosi Sukabumi 2026–2030

Selasa, 25 November 2025 - 19:55 WIB

Batang Sorgum Resmi Jadi Bahan Bakar PLTU Palabuhanratu, Era Energi Hijau Dimulai di Sukabumi

Senin, 10 November 2025 - 14:12 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat: Kabupaten Sukabumi Berstatus ‘Awas’

Jumat, 15 Agustus 2025 - 17:05 WIB

Pemkab dan DPRD Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Selasa, 22 Juli 2025 - 17:26 WIB

Dibela Pelaku Wisata, Dedi Mulyadi Kukuh Larang Study Tour demi Orang Tua Siswa

Berita Terbaru

Ekonomi kreatif disebut jadi kunci penguatan ekonomi dan pariwisata Kabupaten Sukabumi. (fb/Pemerintah Kabupaten Sukabumi)

Pemerintahan

Bupati Tegaskan Ekonomi Kreatif Jadi Pilar Pembangunan di Sukabumi

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:45 WIB

error: Content is protected !!