Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak, Pengamat: Kurikulum Sekolah Terancam Terabaikan

- Admin

Jumat, 2 Mei 2025 - 17:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

P2G soroti program siswa nakal masuk barak TNI: Konsep dan kurikulum dipertanyakan. | YouTube.com / Dua Sisi TVOne - Instagram.com/@dedimulyadi71

P2G soroti program siswa nakal masuk barak TNI: Konsep dan kurikulum dipertanyakan. | YouTube.com / Dua Sisi TVOne - Instagram.com/@dedimulyadi71

KumpalanNEWS – Kebijakan kontroversial yang diluncurkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pengiriman siswa yang tergolong ‘nakal’ ke barak militer TNI, menuai sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).

Dedi menyampaikan kebijakan tersebut melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Kamis, 1 Mei 2025. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah siswa dari Kabupaten Purwakarta telah mulai mengikuti program pendidikan selama enam bulan di barak militer, dengan persetujuan dari orang tua mereka.

Namun, langkah tersebut mendapat kritik dari Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim. Dalam program Dua Sisi TVOne yang tayang pada hari yang sama, Salim mempertanyakan arah kebijakan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Konsepnya belum jelas, apakah ini militerisasi, pembinaan bela negara, atau hanya sekadar pelatihan,” ujar Salim.

Ia juga menilai bahwa jika program ini hanya berbentuk pelatihan seperti LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa), maka hal tersebut bukanlah hal baru. “Saya dulu sering ikut LDKS. Itu program yang tidak sampai enam bulan dan sudah umum di SMA atau SMP,” jelasnya.

Lebih lanjut, Salim menekankan kekhawatiran terhadap keberlangsungan kurikulum pendidikan para siswa yang mengikuti program ini. “Kalau sampai enam bulan, bagaimana nasib kurikulumnya? Ini yang belum ada kejelasan,” tegasnya.

Kebijakan ini pun kini menjadi perbincangan publik, dengan sejumlah pihak meminta klarifikasi dan evaluasi mendalam terhadap dampaknya terhadap pendidikan formal siswa.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya
Tangisan Bocah Ini Bikin Warganet Tersentuh, Ternyata Ayahnya Tewas Usai Diduga Mencuri Ayam

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:38 WIB

Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan

Berita Terbaru