Berani Speak Up, Korban Dugaan Pelecehan oleh Dokter di Malang Tempuh Jalur Hukum

- Admin

Kamis, 17 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus dugaan pelecehan oleh dokter di Malang segera dilaporkan, korban tempuh jalur hukum. | Unsplash/Markus Frieauff

i

Kasus dugaan pelecehan oleh dokter di Malang segera dilaporkan, korban tempuh jalur hukum. | Unsplash/Markus Frieauff

KumpalanNEWS – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum dokter di Kota Malang kini memasuki babak baru.

Tak lagi menjadi urusan pribadi korban, kasus ini tengah dipersiapkan untuk dibawa ke ranah hukum oleh kuasa hukum korban.

Penasihat hukum korban, Satria Marwan, menegaskan bahwa langkah hukum akan segera ditempuh.

Namun karena korban berinisial Qorry bukan warga Malang, melainkan berasal dari Bandung, proses pelaporan masih menunggu kesiapan psikis dan teknis korban.

“Beliau bukan orang Malang, jadi kami masih menunggu untuk bisa bertemu langsung. Materi hukum sedang kami lengkapi dan sesegera mungkin akan kami laporkan,” ujar Satria saat dihubungi pada Rabu, 16 April 2025.

Pilihan lokasi pelaporan masih dipertimbangkan, antara Polresta Malang Kota atau Polda Jawa Timur.

Satria menambahkan, keberanian Qorry mengungkap kasus ini muncul setelah ia mengetahui adanya kasus serupa yang lebih dahulu mencuat di publik.

“Awalnya dia takut. Tidak tahu harus ke mana dan tidak punya teman di Malang. Tapi karena ada kasus yang baru saja muncul, dia jadi lebih percaya diri untuk speak up,” tambahnya.

Kuasa hukum menyebut langkah ini penting bukan hanya untuk mengejar keadilan bagi korban, tetapi juga sebagai pengingat bagi institusi kesehatan agar menciptakan lingkungan yang aman bagi pasien. Bila tidak ditindak tegas, rumah sakit berpotensi menjadi ruang trauma.

Selama tiga tahun, Qorry dikabarkan menanggung beban psikologis berat akibat pengalaman tersebut. “Bayangkan tiga tahun memendam ketakutan tanpa tahu harus bicara ke siapa. Mental korban jelas terguncang,” kata Satria.

Menariknya, data dokter terduga pelaku, yang berinisial YA, diketahui telah hilang dari laman informasi rumah sakit tempatnya bekerja.

“Data dokter praktek di RS tersebut sejak kemarin sore sudah hilang dari Google, entah kenapa,” ungkap Qorry dalam unggahan media sosialnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak rumah sakit mengenai kasus yang viral pada Rabu sore tersebut.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Batang Sorgum Resmi Jadi Bahan Bakar PLTU Palabuhanratu, Era Energi Hijau Dimulai di Sukabumi
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat: Kabupaten Sukabumi Berstatus ‘Awas’
Pemkab dan DPRD Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
Dibela Pelaku Wisata, Dedi Mulyadi Kukuh Larang Study Tour demi Orang Tua Siswa
Protes Anies atas Vonis Tom Lembong: Fakta di Sidang Diabaikan, Hukum Dipertanyakan
Imbas Inpres DTSEN, Kemensos Alihkan Bansos ke Warga yang Lebih Layak
Pemkab Sukabumi dan Bea Cukai Kolaborasi Tindak Rokok Ilegal, Dorong Penerimaan Pajak Daerah
Geopark Ciletuh Mendunia: Evaluator Tiongkok dan Slovenia Apresiasi Kinerja Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 19:55 WIB

Batang Sorgum Resmi Jadi Bahan Bakar PLTU Palabuhanratu, Era Energi Hijau Dimulai di Sukabumi

Senin, 10 November 2025 - 14:12 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat: Kabupaten Sukabumi Berstatus ‘Awas’

Jumat, 15 Agustus 2025 - 17:05 WIB

Pemkab dan DPRD Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Selasa, 22 Juli 2025 - 17:26 WIB

Dibela Pelaku Wisata, Dedi Mulyadi Kukuh Larang Study Tour demi Orang Tua Siswa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 17:47 WIB

Protes Anies atas Vonis Tom Lembong: Fakta di Sidang Diabaikan, Hukum Dipertanyakan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!