Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Mahfud MD: Tidak Pengaruhi Keabsahan Keputusan Negara

- Admin

Senin, 5 Mei 2025 - 16:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD. |  (Instagram.com/@mohmahfudmd)

Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD. |  (Instagram.com/@mohmahfudmd)

KumpalanNEWS  – Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, mengungkapkan bahwa isu dugaan ijazah palsu yang melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan memengaruhi kebijakan yang diambil selama masa jabatannya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Jokowi melaporkan lima oknum terkait tuduhan pemalsuan ijazah ke Polda Metro Jaya pada 30 April 2025.

Mahfud MD menekankan bahwa meskipun proses hukum terkait dugaan pemalsuan ijazah dapat berjalan, hal tersebut tidak akan berdampak pada ketatanegaraan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, jika pemalsuan terbukti, proses pidana tetap berjalan, tetapi tidak akan menggugurkan keputusan atau kebijakan yang telah ditandatangani Jokowi.

“Saya tidak peduli apakah ijazah Jokowi asli atau tidak, itu tidak akan ada akibatnya terhadap proses ketatanegaraan kita,” jelas Mahfud.

Ia juga menambahkan bahwa dalam konteks hukum tata negara, setiap kebijakan yang sah harus dijamin kepastian hukumnya, tanpa dipengaruhi oleh masalah pribadi seperti ijazah.

Mahfud lebih lanjut mengingatkan bahwa jika ijazah Jokowi memang terbukti palsu, namun keputusan-keputusan yang diambil selama masa jabatannya dianggap batal, maka bisa menimbulkan kekacauan hukum yang sangat luas, mulai dari pengangkatan menteri hingga perjanjian internasional yang telah dibuat.

Menurutnya, stabilitas hukum di Indonesia harus tetap dijaga, meskipun isu pribadi terkait Presiden muncul ke publik.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:38 WIB

Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan

Berita Terbaru