Kemlu Ungkap Aksi ‘Free Papua-Maluku’ di Forum PBB, Materi Disita dan Oknum Ditindak

- Admin

Jumat, 25 April 2025 - 18:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Kemlu RI beberkan tindakan tegas PBB terhadap peserta forum UNPFII yang bawa materi ‘Free Papua-Maluku’. | YouTube.com / MoFA Indonesia - X.com/@FreeWestPapuaNL

Kemlu RI beberkan tindakan tegas PBB terhadap peserta forum UNPFII yang bawa materi ‘Free Papua-Maluku’. | YouTube.com / MoFA Indonesia - X.com/@FreeWestPapuaNL

KumpalanNEWS — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi adanya aksi sejumlah individu yang membawa materi kampanye ‘Free Papua-Maluku’ dalam sebuah forum resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Amerika Serikat.

Aksi tersebut terjadi dalam forum United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII), yang merupakan agenda tahunan PBB untuk membahas isu-isu masyarakat adat dan hak asasi manusia.

Juru Bicara Kemlu RI, Roy Soemirat, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (25/4/2025), menyampaikan bahwa individu yang terlibat membawa sejumlah lembaran bertuliskan “Free Papua”, “Free Maluku”, dan “Free Aceh”. Materi tersebut kemudian disita oleh otoritas PBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang ada beberapa individu yang menyalahgunakan kehadirannya di forum tersebut untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan tujuan penyelenggaraan,” ujar Roy.

Roy menjelaskan bahwa pihak PBB segera mengambil tindakan terhadap para pelaku yang dinilai menyimpang dari esensi forum. “PBB langsung menindaklanjuti hal tersebut dengan mengambil tindakan terhadap orang-orang yang melakukan penyalahgunaan tersebut,” tambahnya.

Kemlu menegaskan bahwa forum UNPFII dimaksudkan sebagai wadah tukar pikiran antarnegara mengenai pemberdayaan masyarakat adat secara global, bukan untuk menyuarakan isu separatisme.

“Kegiatan ini seharusnya menjadi ruang dialog yang konstruktif, bukan ajang untuk menyebarkan propaganda politik,” tegas Roy.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Berita Terbaru