Bos Garuda Blak-Blakan: Ini Dua Penyebab Utama Tiket Pesawat Mahal di Musim Liburan

- Admin

Jumat, 24 Januari 2025 - 16:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Biaya avtur, sewa pesawat, dan layanan bandara jadi alasan utama harga tiket pesawat mahal. Begini penjelasan Bos Garuda. | Instagram.com/garuda.indonesia

Biaya avtur, sewa pesawat, dan layanan bandara jadi alasan utama harga tiket pesawat mahal. Begini penjelasan Bos Garuda. | Instagram.com/garuda.indonesia

KumpalanNEWS – Polemik harga tiket pesawat yang tinggi kembali mencuat setiap musim liburan, termasuk saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta mudik Lebaran. Meski jadwal penerbangan meningkat, harga tiket pesawat tetap saja mahal.

Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Kamis, 23 Januari 2025 di Jakarta, Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, menjelaskan penyebab utama mahalnya tiket pesawat. Ia mengungkapkan bahwa dua faktor utama adalah biaya avtur dan harga sewa pesawat.

Biaya Avtur dan Sewa Pesawat, Penyebab Utama Tiket Mahal

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Wamildan, biaya avtur memberikan kontribusi terbesar terhadap mahalnya harga tiket pesawat, yaitu mencapai 35 persen. Sementara itu, 30 persen harga tiket dipengaruhi oleh biaya sewa pesawat.

“Biaya avtur menyumbang 35 persen dari harga tiket, sementara biaya sewa pesawat mencapai 30 persen. Untuk satu pesawat saja, biaya sewanya sekitar 300 ribu dolar AS per bulan,” jelas Wamildan.

Ia menambahkan bahwa kedua komponen ini menjadi beban utama yang dirasakan oleh maskapai dalam menentukan harga tiket.

Biaya Layanan Bandara dan Pajak Menambah Beban

Selain avtur dan sewa pesawat, Wamildan juga mengungkapkan bahwa berbagai biaya layanan di bandara turut membebani maskapai, termasuk biaya lepas landas, pendaratan, parkir pesawat, sewa ruangan, serta pajak atas suku cadang.

“Semua transaksi terkait avtur, pembayaran jasa bandara, hingga bea masuk suku cadang yang masuk ke Indonesia, semuanya dikenakan pajak,” ungkap Wamildan.

Garuda Indonesia: Margin Tipis karena Full Service
Sebagai maskapai full service, Garuda Indonesia juga menghadapi margin keuntungan yang sangat tipis. Wamildan menjelaskan, layanan penuh seperti penyediaan makanan ringan hingga makanan berat kepada penumpang turut menambah beban biaya.

“Margin revenue to cost kami hanya 94 persen, sangat tipis dibandingkan dengan maskapai Low Cost Carrier (LCC) seperti Citilink yang mencapai 84 persen,” paparnya.

Dengan beban operasional yang tinggi, Garuda harus bersaing ketat dengan maskapai LCC yang mampu menawarkan tarif lebih rendah dengan mengurangi layanan.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan
Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi
Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar
8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026
KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi
Di Tengah Puing Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Satu Bangunan Ini Tetap Berdiri dan Jadi Sorotan
Tangis Anak SD Iringi Jenazah Ayahnya, Terungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan di Bali
Tak Hanya Antar Bantuan, GRIB Jaya Siap Kerahkan Anggota untuk Korban Kebakaran Ciptamulya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Tiga Hari Dicari, Pemuda yang Terseret Ombak di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Danang Tak Terbendung, Ini 3 Besar Turnamen Catur RT 04/06 Desa Buniwangi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ciletuh Kini Disiapkan Jadi ‘Kelas’ Terbuka bagi Pelajar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:15 WIB

8.303 SPPG Belum Punya SLHS, BGN Minta Sertifikasi MBG Rampung 10 Agustus 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:58 WIB

KTH Ciguha River Bogor Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Berita Terbaru