KumpalanNEWS – Pencarian selama tiga hari terhadap Ahmad Nadif Fadilah (21), pemuda asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang hilang terseret ombak di Pantai Karangnaya, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Pantai Sukawayana pada Rabu (19/8/2026) sore.
Ahmad ditemukan sekitar pukul 16.45 WIB, berjarak kurang lebih satu nautical mile atau sekitar 1,85 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Kasi Operasi Kantor SAR Jakarta Akhmad Rizkiansyah mengatakan, penemuan korban menjadi hasil dari operasi pencarian yang melibatkan sejumlah unsur SAR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, operasi SAR kondisi membahayakan manusia ini membuahkan hasil. Korban yang kita cari telah ditemukan kurang lebih sekitar satu nautical mile dari LKP,” kata Akhmad saat ditemui di ruang jenazah RSUD Palabuhanratu.
Setelah ditemukan, jenazah Ahmad langsung dievakuasi dan tiba di RSUD Palabuhanratu sekitar pukul 17.20 WIB.
Tim SAR selanjutnya melakukan konfirmasi kepada pihak keluarga untuk memastikan identitas korban. Hasilnya, keluarga memastikan jenazah tersebut merupakan Ahmad Nadif, pemuda yang dilaporkan hilang setelah terseret ombak di Pantai Karangnaya.
“Sudah kami konfirmasikan juga ke keluarga korban dan sudah dipastikan bahwa itu korban yang hilang atau yang kita cari,” ujarnya.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian yang sama seperti ketika dilaporkan hilang, yakni kaus putih dan celana pendek hitam.
Pada hari ketiga pencarian, sekitar 20 personel dari berbagai unsur dikerahkan untuk menyisir perairan Sukabumi. Operasi tersebut melibatkan Polairud Polres Sukabumi, Posal AL Palabuhanratu dan sejumlah potensi SAR lainnya.
Penyisiran dilakukan menggunakan perahu nelayan dan rubber boat. Nelayan setempat juga ikut membantu pencarian dengan menyisir sejumlah titik perairan yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai. Tim SAR kemudian akan melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan pencarian.
Akhmad mengatakan, evaluasi akan dilakukan melalui proses debriefing setelah seluruh kegiatan operasi SAR berakhir.
“Untuk setelah kegiatan operasi SAR ini tentunya kita akan lakukan debriefing,” jelasnya.
Jenazah Ahmad kemudian berada di RSUD Palabuhanratu untuk proses selanjutnya. Pihak keluarga dijadwalkan datang ke rumah sakit untuk menjemput dan membawa jenazah ke rumah duka.
“Untuk saat ini kita di Rumah Sakit Umum Daerah Palabuhanratu. Rencana dari keluarga korban yang akan ke sini untuk dibawa ke rumah duka,” tandas Akhmad.
Sementara itu, Danpos AL Palabuhanratu Lettu Laut Ayi Jalaludin menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ahmad. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian korban.
“Kami dari komandan pos TNI AL Palabuhanratu, mengucapkan terima kasih atas sinergitas yang dibangun dalam pencarian. Kami terjunkan empat personel dan Komandan Pos AL Palabuhanratu mengucapkan turut belasungkawa sebesar-besarnya,” ucap Lettu Laut Ayi Jalaludin.***








Komentar