Pimpinan DPRD Belum Definitif, Bupati Sukabumi: Anggaran Terancam Tertunda

- Admin

Selasa, 10 September 2024 - 22:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

KumpalanNEWS – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, mengungkapkan kekhawatirannya terkait proses penetapan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi yang definitif.

Menurutnya, perubahan signifikan dalam struktur partai-partai politik saat ini berpotensi menghambat perencanaan anggaran perubahan.

“Banyak perubahan dalam mekanisme politik saat ini, terutama di partai-partai, yang bisa berdampak pada perencanaan anggaran. Kami berharap teman-teman di dewan bisa mencapai kesepahaman sementara sebelum ada penetapan resmi,” ujar Marwan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, jika pembentukan perangkat anggota dan pimpinan DPRD baru dilakukan setelah pembahasan anggaran, proses tersebut bisa melewati tenggat waktu. Akibatnya, anggaran perubahan kemungkinan akan menggunakan data dari tahun sebelumnya, yang dinilai merugikan.

Kekhawatiran lainnya adalah terkait gaji anggota DPRD. Menurut Marwan, jika keputusan mengenai anggaran tidak tercapai, maka anggota DPRD terancam tidak menerima gaji karena penetapan gaji harus melewati proses legislasi.

“Perubahan-perubahan hari ini, termasuk susunan kabinet, juga akan sangat mempengaruhi, terutama dalam hal bantuan dari pusat,” lanjut Marwan.

Ia juga menyinggung persoalan terkait instruksi bupati yang disalahartikan oleh beberapa pihak. “Kemarin sempat ramai soal instruksi bupati tentang anggaran 15 hingga 33 miliar. Padahal itu adalah pembahasan Banggar, bukan bupati. Hal ini terjadi karena ketidaktahuan dan ketidakhadiran dalam proses pengambilan kebijakan di DPRD,” jelasnya.

Marwan menegaskan pentingnya pemahaman kolegial dalam demokrasi. “Pemikiran pribadi boleh disampaikan, tapi dalam konteks kelembagaan. Kalau ada anggota yang membatalkan keputusan kolektif, itu bisa menyulitkan proses legislasi,” tutupnya.

Ia berharap ke depannya angka kehadiran anggota dewan dalam pembahasan bisa lebih baik dari sebelumnya, demi kelancaran proses pengambilan keputusan.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sukabumi Susun RDTR Cicurug dan Sukaraja, Sekda: Perkuat Pemetaan Wilayah dan Ekosistem Investasi
Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam, Bupati Sukabumi: Bukti Keteguhan Melestarikan Warisan Budaya
Buka PBAK Universitas Madani Nusantara, Bupati Optimis Sukabumi Mubarakah Bisa Terwujud
242 Mahasiswa STAI Palabuhanratu Diwisuda, Sekda Tekankan Pentingnya Kompetensi, Integritas dan Akhlak
Wabup Hadiri Pesta Siaga Kwartir Ranting Kecamatan Cidahu Tahun 2026
Pemkab Sukabumi Lakukan Langkah Proaktif Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug
TP PKK Kecamatan Dilantik, Bupati Sukabumi Tekankan Penguatan Koordinasi dan Kepekaan terhadap Masalah Wilayah
Rapat Paripurna DPRD Sukabumi, Wakil Bupati Bacakan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Pemkab Sukabumi Susun RDTR Cicurug dan Sukaraja, Sekda: Perkuat Pemetaan Wilayah dan Ekosistem Investasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam, Bupati Sukabumi: Bukti Keteguhan Melestarikan Warisan Budaya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Buka PBAK Universitas Madani Nusantara, Bupati Optimis Sukabumi Mubarakah Bisa Terwujud

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Wabup Hadiri Pesta Siaga Kwartir Ranting Kecamatan Cidahu Tahun 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Pemkab Sukabumi Lakukan Langkah Proaktif Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug

Berita Terbaru