Dari Tradisi ke Transformasi: Kabandungan Disiapkan Jadi Sentra Hortikultura Sukabumi

- Admin

Minggu, 20 April 2025 - 16:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Sekda Sukabumi serukan pelestarian tradisi dan lingkungan di Sedekah Bumi Cilodor. | FB/Pemerintah Kabupaten Sukabumi

Sekda Sukabumi serukan pelestarian tradisi dan lingkungan di Sedekah Bumi Cilodor. | FB/Pemerintah Kabupaten Sukabumi

KumpalanNEWS – Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar di Kampung Cilodor, Desa Cipeteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (20/4).

Acara ini mengangkat tema “Gunung Teu Menang Dilebur, Sagara Teu Menang Dirusak, Buyut Teu Menang Dirempak” sebagai simbol penghormatan terhadap alam dan leluhur.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, hadir bersama jajaran Forkopimda dan Forkopimcam. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang menopang kehidupan dan perekonomian warga.

“Tradisi ini momentum penting untuk merefleksikan relasi manusia dan alam. Kita harus menjaga kelestariannya sebagai warisan para leluhur,” tegas H. Ade.

Ia juga menyoroti potensi besar Kecamatan Kabandungan di sektor pertanian dan pariwisata. Disebutkan, hasil pertanian harian wilayah ini bisa mencapai 15 ton, disuplai ke berbagai daerah.

Lebih lanjut, Ade menyebutkan bahwa terdapat 843 sertifikat hak atas tanah yang telah diberikan kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas lahan produktif warga.

Sebagai bagian dari RPJMD, pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Kabandungan sebagai sentra hortikultura melalui kerja sama strategis, termasuk dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam meningkatkan hasil pertanian dan menanggulangi kemiskinan.

“Kami ingin Kabandungan tumbuh menjadi pilar ekonomi Kabupaten Sukabumi,” ujar Sekda.

Kepala Desa Cipeteuy, Purnama Wijaya, turut mengapresiasi pelaksanaan tradisi ini. Ia menyebut Sedekah Bumi juga menjadi bentuk syukur atas perjuangan panjang masyarakat dalam memperoleh hak atas tanah.

“Saya hanya melanjutkan perjuangan para pendahulu. Semoga semua ini membawa kebaikan bagi warga,” ucapnya.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Syukuran Hari Nelayan Ke-69 Ciwaru Jadi Ajang Pelestarian Budaya Dan Penguatan Pariwisata
Bupati Sukabumi minta APSI jadi motor penggerak peningkatan kualitas pembelajaran
DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Hasil Reses, KUA-PPAS 2027, hingga Perubahan Alat Kelengkapan Dewan
Pemkab Sukabumi Petakan Strategi Percepatan Target UHC Bersama Tim Percepatan Jabar
Sekda Sukabumi Lepas 720 Mahasiswa KKN Reguler UMMI, Dorong Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat
Bupati Sukabumi Dorong Perempuan Berperan Aktif, Pengurus DPAC KPPI se-Kabupaten Sukabumi Resmi Dilantik
Wabup Sukabumi Hadiri Puncak Seren Taun Kasepuhan Girijaya, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Adat
Bupati Sukabumi Hadiri Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi, Tegaskan Tradisi Sarat Nilai Luhur

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:26 WIB

Syukuran Hari Nelayan Ke-69 Ciwaru Jadi Ajang Pelestarian Budaya Dan Penguatan Pariwisata

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:27 WIB

Bupati Sukabumi minta APSI jadi motor penggerak peningkatan kualitas pembelajaran

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Hasil Reses, KUA-PPAS 2027, hingga Perubahan Alat Kelengkapan Dewan

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:30 WIB

Pemkab Sukabumi Petakan Strategi Percepatan Target UHC Bersama Tim Percepatan Jabar

Senin, 6 Juli 2026 - 17:37 WIB

Sekda Sukabumi Lepas 720 Mahasiswa KKN Reguler UMMI, Dorong Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

Berita Terbaru