Angin Kencang Kembali Hancurkan Landmark Karanghawu, Dispar Rancang Desain Lebih Kokoh

- Admin

Jumat, 17 Januari 2025 - 21:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Landmark 'Karanghawu Beach' rusak akibat angin kencang. Dispar Sukabumi rencanakan desain baru untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. | Foto: Istimewa

Landmark 'Karanghawu Beach' rusak akibat angin kencang. Dispar Sukabumi rencanakan desain baru untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. | Foto: Istimewa

KumpalanNEWS – Landmark ‘Karanghawu Beach’ di kawasan Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan akibat angin kencang pada Jumat (17/1/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kerusakan ini membuat pihak Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi memutuskan untuk menutup sementara area tersebut demi keselamatan pengunjung.

Kepala Dispar Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyatakan bahwa kerusakan ini bukan pertama kali terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kerusakan ini sudah sering terjadi. Baru saja diperbaiki, tetapi kali ini bagian lain terkena angin kencang lagi sehingga rusak parah,” ujar Sendi.

Rencana Desain Baru untuk Landmark

Sendi mengungkapkan pihaknya sedang mempertimbangkan pembuatan desain baru untuk landmark tersebut.

“Kami khawatir jika desain lama tetap digunakan, kejadian serupa akan terus berulang. Saat ini, landmark sudah dibongkar untuk sementara waktu sambil meninjau desain yang lebih kokoh dan aman,” jelasnya.

Dispar Sukabumi berkomitmen segera mengusulkan rencana pembenahan untuk memperbaiki landmark yang menjadi ikon wisata Pantai Karanghawu itu. Selain itu, pengunjung diminta untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung.

Langkah Pengamanan dan Kenyamanan Pengunjung

Untuk menjaga keamanan, Dispar Sukabumi memastikan area sekitar landmark ditutup sementara.

“Penutupan dilakukan demi keselamatan pengunjung, khususnya saat angin besar datang. Kami akan segera mengambil langkah-langkah pembenahan,” tutup Sendi.***

Follow WhatsApp Channel kumpalan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sukabumi Susun RDTR Cicurug dan Sukaraja, Sekda: Perkuat Pemetaan Wilayah dan Ekosistem Investasi
Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam, Bupati Sukabumi: Bukti Keteguhan Melestarikan Warisan Budaya
Buka PBAK Universitas Madani Nusantara, Bupati Optimis Sukabumi Mubarakah Bisa Terwujud
242 Mahasiswa STAI Palabuhanratu Diwisuda, Sekda Tekankan Pentingnya Kompetensi, Integritas dan Akhlak
Wabup Hadiri Pesta Siaga Kwartir Ranting Kecamatan Cidahu Tahun 2026
Pemkab Sukabumi Lakukan Langkah Proaktif Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug
TP PKK Kecamatan Dilantik, Bupati Sukabumi Tekankan Penguatan Koordinasi dan Kepekaan terhadap Masalah Wilayah
Rapat Paripurna DPRD Sukabumi, Wakil Bupati Bacakan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Pemkab Sukabumi Susun RDTR Cicurug dan Sukaraja, Sekda: Perkuat Pemetaan Wilayah dan Ekosistem Investasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam, Bupati Sukabumi: Bukti Keteguhan Melestarikan Warisan Budaya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Buka PBAK Universitas Madani Nusantara, Bupati Optimis Sukabumi Mubarakah Bisa Terwujud

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Wabup Hadiri Pesta Siaga Kwartir Ranting Kecamatan Cidahu Tahun 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Pemkab Sukabumi Lakukan Langkah Proaktif Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug

Berita Terbaru