KumpalanNEWS — Produksi padi dan jagung Kabupaten Sukabumi pada 2025 melampaui target yang ditetapkan. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menjelaskan target produksi padi sebesar 899.599 ton berhasil terealisasi menjadi 1.077.867 ton atau 119,82 persen, dengan luas panen mencapai 185.661 hektare.
Sementara itu, produksi jagung mencapai 133.144 ton atau 127,42 persen dari target, dengan luas panen 26.457 hektare. Menurut Aep, masih terdapat potensi luas panen padi sekitar 5.485 hektare yang belum terlaporkan, yang akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan sistem pelaporan pada 2026.
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan produksi padi sekitar 876 ribu ton dan jagung sekitar 118 ribu ton. Kinerja Luas Tambah Tanam (LTT) padi pada Januari 2026 juga menunjukkan tren positif dengan realisasi 18.352,6 hektare atau 111,2 persen dari target Kementerian Pertanian.
Peningkatan produksi tersebut didukung bantuan pemerintah pusat berupa benih, sarana produksi, alat dan mesin pertanian, serta penyerapan gabah oleh Perum BULOG guna menjaga stabilitas harga dan pendapatan petani.
Dalam kesempatan yang sama, Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian, Leli Nuryati, mengungkapkan bahwa Kabupaten Sukabumi menjadi daerah dengan pendaftaran varietas lokal padi terbanyak di Indonesia, dengan total 39 varietas lokal yang telah didaftarkan, termasuk 26 varietas padi.
Varietas lokal tersebut dinilai memiliki keunggulan karena lebih adaptif terhadap iklim dan tahan terhadap hama, sehingga berpotensi memperkuat produksi pangan nasional di masa mendatang.***






